HELL and his life.....

YESAYA26:9: "Jiwaku merindukan Engkau pada waktu malam, aku mencari Engkau dengan segenap hati, apabila Engkau menghakimi bumi kelak, penduduknya akan mengetahui makna keadilan"

Wednesday, June 6, 2012

Yesus Kristus adalah Malaikat Mikhael?

Menurut kalangan Saksi-saksi Yehuwa (SY), Yesus adalah Mikhael, Penghulu Malaikat yang menjadi manusia, mati di atas sebuah pancang/ tiang -- bukan salib -- bangkit dalam bentuh roh, dan kembali ke surga untuk menjadi malaikat lagi (The Watchtower, May 15, 1963, hal. 307; The New World, 284). 

Masalahnya di sini adalah Yesus versi mereka (Mikhael) adalah makhluk ciptaan. Bagi SY, Dunia diperintah Allah yang bernama Yehuwa yang kekal dan esa dan memerintah secara teokratis dan di bumi diwakili oleh pemerintahan 'Saksi-saksi Yehuwa.' Yesus bukanlah Allah melainkan titisan 
malaikat Mikhael yang adalah ciptaan yang sulung dan kemudian disetarakan dengan Allah (a god). Namun, Alkitab tidak menulis bahwa Yesus Kristus adalah "ciptaan", sebaliknya Alkitab menyatakan bahwa Yesus Kristus, Sang Firman adalah Sang Pencipta :


* Yohanes 1:10
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

* Kolose 1:16
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di Surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.



Dalam konteks penghulu malaikat yang bernama 
מיכאל - MÎKHÂ'ÊL hanya muncul 3x dalam PL pada kitab Daniel 10:13;21dan 12:1 sedangkan dalam PB nama μιχαηλ – MIKHAEL hanya muncul 2x pada Yudas 1:9 dan Wahyu 12:7 dan tidak satu ayat sekali pun yang menyamakan Tuhan Yesus Kristus dengan Malaikat yang bernama Mikhael.

Kemudian, ayat dalam Kolose 1 ayat 15 sering diplesetkan oleh SY, sebagai penegas bahwa Yesus itu sepenuhnya hanya ciptaan. Padahal apa yang ditulis Rasul Paulus dalam Kolose 1:15-19 adalah justru menekankan Kristus sebagai Tuhan dan Allah. 


* Kolose 1:15-19
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,



Secara konteks, apa yang ditulis oleh Paulus itu menyatakan bahwa "yang sulung", Yunani, 
πρωτοτοκος - 'prôtotokos', tidak saja berarti yang pertama tetapi juga bermakna yang tertinggi. Jadi, Yesus Kristus di atas segala-galanya. Lihat ayat-ayat di bawah ini :


* Mazmur 89:27
Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.

* Kolose 1:15
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,"

* Kolose 1:18
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

* Wahyu 1:5
dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya



Istilah Yang sulung (Kolose 1:15) bukan bermakna "ciptaan yang sulung". Alkitab juga menggunakan ungkapan-ungkapan khusus seperti yang dikenal dalam bahasa Indonesia, seperti anak laki-laki (bukan bapaknya bernama laki-laki), anak sungai (bukan sungai yang beranak), anak guruh, anak kandung, anak gadis, anak tunggal, anak muda, anak buah, anak sulung, anak bungsu, anak manusia, bahkan anak Allah, dan sebagainya. Semuanya punya makna tersendiri, tidak dapat dihubungkan dengan "kelahiran", "ayah", satu dengan yang lain berbeda.


* Keluaran 4:22 
LAI TB, Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; 
KJV, And thou shalt say unto Pharaoh, Thus saith the LORD, Israel is my son, even my firstborn:
Hebrew, 

וְאָמַרְתָּאֶל־פַּרְעֹהכֹּהאָמַריְהוָהבְּנִיבְכֹרִייִשְׂרָאֵל׃
Translit Interlinear, VE'AMARTA {dan engkau akan berkata} 'EL-PAR'OH {kepada Firaun} KOH {demikian} 'AMAR {firman} YEHOVAH {YHVH, baca ADONAY, TUHAN} BENI {anak-Ku} VEKHORI {anak-Ku yang sulung} YISRA'EL {Israel}


Kata Ibrani 
בכור - "BEKHOR", BET - KHAF - VAV - RESY, ditujukan kepada anak sulung baik hewan (Kejadian 4:4), maupun manusia (Kejadian 25:13). Anak sulung bangsa Israel ditebus (Bilangan 3:40-43; 18:15, 17). Anak sulung dari hewan yang halal dikorbankan kepada Tuhan (Ulangan 12:6, 17), tetapi anak sulung dari hewan yang haram harus ditebus (Bilangan 18:15). Semuanya berhubungan dengan "kekudusan". Ungkapan "anak sulung" diterapkan secara metafora kepada bangsa Israel sebagai kesayangan Allah, punya hak-hak istimewa.


Sekarang kita bahas apa secara keseluruhan perikop dalam Kolose 1:15-19 :


* Kolose 1:15 
LAI TB, Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
KJV, 
Who is the image of the invisible God, the firstborn of every creature: 
TR, 
ος εστιν εικων του θεου του αορατου πρωτοτοκος πασης κτισεως
Translit Interlinear, 
hos estin {yaitu} eikôn {gambar} tou theou {Allah} tou aoratou {yang tidak kelihatan} prôtotokos {yang sulung/ yg lebih tinggi/ yg ada sebelum} pasês {dari semua/semua} ktiseôs {ciptaan}


εικων του θεου - "eikôn tou theou", "Gambar Allah", menunjukkan lambang Kristus-Adam (bandingkan dengan Kejadian 1:27; Mazmur 8; Ibrani 2:5-18 ). Dimana Kristus dipandang sebagai manusia sejati yang memenuhi rancangan Allah dalam penciptaan. Dengan demikian "menjadi serupa dengan Kristus" adalah tujuan semua orang Kristiani (bandingkan dengan Roma 8:28; 1 Korintus 11:7; 15:49; 2 Korintus 3:18; 4:4; Kolose 3:10).

Sekalipun demikian, Anak Allah itu adalah pola dasar, yang keluar dari kemuliaan Allah dan dan Manusia Yesus ini tidak seperti manusia lainnya, lihat ayat dibawah ini :


* Ibrani 1:3 
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, 



Karena manusia adalah gambar Allah (Kejadian 1:26-27), maka Allah dapat menjelma menjadi manusia (inkarnasi). Dalam keadaanNya sebagai manusia menunjukkan kemuliaan dari Allah yang tidak kelihatan. 


πρωτοτοκος - 'prôtotokos', Yang Sulung, kata inilah yang sering dijadikan sebagai dasar bahwa Yesus adalah ciptaan, namun penafsiran semacam ini tidak sesuai dengan tema Paulus yang dalam perikop ini menekankan keutamaan dan keunggulan Mesias, bandingkan dengan nubuat yang dituliskan untuk Sang Mesias sbb :


* Mazmur 89:27
Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi. 



Kristus (Mesias) adalah "Yang Terutama" sebab didalam Dia – wilayah kekuasaanNya adalah sebagai pencipta, oleh Dia seluruh ciptaan menjadi ada.


Kita lanjut ke :


* Kolose 1:16-17 
1:16 LAI TB, 
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
KJV, 
For by him were all things created, that are in heaven, and that are in earth, visible and invisible, whether they be thrones, or dominions, or principalities, or powers: all things were created by him, and for him: 
TR, 
οτι εν αυτω εκτισθη τα παντα τα εν τοις ουρανοις και τα επι της γης τα ορατα και τα αορατα ειτε θρονοι ειτε κυριοτητες ειτε αρχαι ειτε εξουσιαι τα παντα δι αυτου και εις αυτον εκτισται
Translit Interlinear, 
hoti {karena} en {didalam} autô {Dialah} ektisthê {telah diciptakan} ta panta {segala sesuatu} ta en {di} tois ouranois {Surga} kai {dan} ta epi {diatas} tês gês {bumi} ta orata {yang kelihatan} kai {dan} ta aorata {yang tidak kelihatan} eite {atau} thronoi {takhta-takhta} eite {atau} kuriotêtes {pemegang2 kekuasaan} eite {atau} archai {pemerintah2} eite {atau} exousiai {penguasa2} ta panta {segala sesuatu} di autou {melalui Dia} kai {dan} eis {untuk} auton {Dia} ektistai {telah diciptakan}

1:17 LAI TB, 
Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
KJV, 
And he is before all things, and by him all things consist.
TR, 
και αυτος εστιν προ παντων και τα παντα εν αυτω συνεστηκεν
Interlinear, 
kai {dan} autos {Ia} estin {ada} pro {sebelum} pantôn {segala sesuatu} kai {dan} ta panta {segala sesuatu} en {dalam/ melalui/ oleh} autô {Dia} sunestêken {tetap ada/ tersusun}


Bandingkan dengan :


* Yohanes 1:3 
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan



* Ibrani 1:2 
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. 



Maka jelas dalam Kolose 1:16-17 justru menunjukkan bahwa Yesuslah Sang Pencipta itu. 


Ayat selanjutnya :

* Kolose 1:18 
LAI TB, Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu
KJV, And he is the head of the body, the church: who is the beginning, the firstborn from the dead; that in all things he might have the preeminence. 
TR, 
και αυτος εστιν η κεφαλη του σωματος της εκκλησιας ος εστιν αρχη πρωτοτοκος εκ των νεκρων ινα γενηται εν πασιν αυτος πρωτευων
Translit Interlinear, 
kai {dab} autos {Ia} estin {adalah} hê kephalê {kepala} tou sômatos {tubuh} tês ekklêsias {jemaat} hos {yaitu} estin {adalah} archê {permulaan} prôtotokos {yang sulung} ek {dari} tôn nekrôn {orang-orang mati} hina {sehingga} genêtai {menjadi} en {dalam} pasin {segala sesuatu} autos {Ia} prôteuôn {yang berada di tempat pertama}


Istilah-istilah : "kepala, tubuh, sulung", menunjukkan keutamaan Sang Mesias (Kristus) dalam ciptaan baru yang berawal pada saat kebangkitanNya, bandingkan dengan ayat-ayat ini :


* 1 Korintus 15:22 
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 

* Wahyu 1:5 
dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya -- 

* Wahyu 3:14 
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: 



"Menjadi Yang Sulung dari ciptaan" bukan bermakna bahwa Yesus adalah "ciptaan" (Kolose 1:15-17 sudah menjelaskannya). Kristus menjadi Kepala jemaat, kepala adalah pengendali tubuh. Dan Jemaat adalah tubuhNya, maka makna "Sulung" disini menunjukkan Ia adalah yang terutama dari jemaat ciptaanNya. Jemaat/ Gereja bukan sekadar sekumpulan orang tertentu, tetapi didefinisikan menurut hubungan organiknya dengan Kristus Sang Kepala.


Lanjut ke ayat terakhir :


* Kolose 1:19 
LAI TB, Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
KJV, For it pleased the Father that in him should all fulness dwell; 
TR, 
οτι εν αυτω ευδοκησεν παν το πληρωμα κατοικησαι
Translit Interlinear, 
hoti {karena} en {didalam} autô {Dia} eudokêsen {berkenan} pan {seluruh} to plêrôma {kelimpahan (Allah)} katoikêsai {diam}


Sebagaimana 
κοσμος – "kosmos" (alam) ini diciptakan didalam dan melalui Kristus (Sang Mesias), demikian juga halnya ciptaan baru (manusia baru) yaitu manusia yang dilahirkan baru, yang percaya/ beriman kepadaNya.

Kepenuhan, 
πληρωμα - "plêrôma", dari segala sesuatu, ada didalam Kristus. Kata πληρωμα - "plêrôma" dalam konteks ini bermakna "kepenuhan segala kuasa dan sifat Allah". 


Maka, jika SY hendak mengutip Kolose 1:15 untuk mendukung ajarannya bahwa Yesus Kristus hanyalah ciptaan, secara konteks hal tersebut tidak dapat dipertahankan, dengan melanjutkannya ke Kolose 1:19, 'Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia'. Jadi istilah 'sulung' tidak dapat meniadakan kekekalan Yesus, karena itu adalah bagian dari memiliki kepenuhan Allah. Didalam perikop ini, justru Kristus dipandang sebagai Yang memiliki dan Yang mewakili segenap keberadaan Allah, bandingkan dengan ayat ini yang juga menggunakan kata yang sama :


* Kolose 2:9 
LAI TB, Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan 
KJV, 
For in him dwelleth all the fulness of the Godhead bodily. 
TR, 
οτι εν αυτω κατοικει παν το πληρωμα της θεοτητος σωματικως
Translit Interlinear, 
hoti {sebab} en {didalam} autô {Dia} katoikei {berdiam} pan {seluruh} to plêrôma {kepenuhan} tês theotêtos {ke-Allah-an} sômatikôs {secara jasmaniah/ dengan nyata}


Dengan demikian, kita dapat mengerti maksud jelas 
πρωτοτοκος - 'prôtotokos', Yang Sulung, ini tidak bermakna bahwa Ia adalah "ciptaan".




Yesus Kristus adalah Allah, Sang Pencipta.



Amin.

ADAM AKHIR YANG MEMBERI HIDUP


Didalam Alkitab menuliskan 2 pribadi yang kontradiktif antara Adam manusia pertama yang jatuh dalam dosa dan Adam akhir yang membereskan dosa. Adam manusia pertama, tidak hanya menjadi bapa (cikal-bakal) bagi semua umat manusia sekaligus menularkan "dosa asal" yang diperbuatnya kepada seluruh manusia di dunia ini. Dosa pertama/ dosa asal, yaitu dosa Adam, mempunyai makna dampak yang khas bagi seluruh umat manusia :


* Roma 5:12, 14-19 
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 
5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. 



Ayat-ayat diatas memberi penekanan pada pelanggaran yang satu itu oleh manusia yang satu itu, dan hanya karena pelanggalan yang satu itu adalah dosa, hukuman dan maut berkuasa dan menimpa segenap umat manusia. Dosa itu disebut 'seperti telah dibuat oleh Adam', 'pelanggaran sartu orang', 'satu pelanggaran', ' ketidaktaatan satu orang' (Roma 5:14,15,16,19). Pasti yang dimaksudkan adalah pelanggaran pertama dari Adam. Jadi kalimat dalam Roma 5:12 ' karena semua orang telah berbuat dosa ', menunjuk kepada dosa-dosa segenap umat manusia yang terhisap dalam dosa Adam. Itu tidak menunjuk kepada dosa-dosa nyata segenap umat manusia, apalagi kepada kebusukan hati yang diwarisi oleh manusia. Lagipula anak kalimat dari ayat 12 itu tadi jelas menyatakan bagaimana 'semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut' (ayat 15), dan ayat-ayat berikutnya ditekankan 'pelanggaran yangsatu itu (TBI 'satu pelanggaran itu').


* 1 Korintus 15:22 
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus



Jika bukan dosa yang satu itu yang dimaksudkan, maka Paulus telah menandaskan dua hal yang berlainan dengan mengkaitkannya pada pokok yang sama dalam konteks naskah yang sama. Justru satu-satunya keterangan terhadap kedua bentuk pernyataan ini, ialah semua orang terhisap dalam dosa Adam. Kesimpulan itu juga harus diambil dari 1 Korintus 15:22 'didalam Adam semua orang mati'. Maut adalah upah dosa, dan melulu akibat dosa (Roma 6:23). Karena semua orang mati di dalam Adam, maka penyebabnya adalah karena semua berdosa di dalam Adam.


* Roma 6:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita




Menurut Alkitab, Jenis solidaritas pada keterhisapan dengan Adam, yang menerangkan segenap umat manusia terhisap dalam dosa Adam, sama dengan jenis solidaritas dengan Kristus, yakni tersisap dalam karya penyelamatan Kristus bagi semua orang yang dipersatukan dengan Dia. Gambaran kesejajaran Adam dengan Kristus dalam Roma 5:12-19; 1 Korintus 15:22, 45-49 menjelaskan jenis hubungan yang sama antara kedua Tokoh itu dengan manusia :


* 1 Korintus 15:45-49
15:45
Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.


15:46
Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.


15:47
Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. 


15:48
Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.


15:49
Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.



Dalam 1 Korintus 15:45-49 kita melihat ada Adam manusia pertama, dan ada Adam akhir yaitu Kristus. Adam pertama diciptakan dari debu tanah. 


* Kejadian 2:7 
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. 




Ada perbedaan yang lain antara Adam yang pertama dan Adam yang akhir. Adam yang pertama hanya manusia yang diberi nafas hidup oleh Allah. Tetapi Adam yang akhir adalah Roh yang menghidupkan. Adam akhir bukan diciptakan dari debu tanah tapi disebut Ia lahir dari Roh Kudus :


* Matius 1:20 
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus 



* Lukas 1:35 
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 



Perbedaan antara Adam yang pertama dan Adam yang akhir ditulis dalam Roma 5:15-18. Adam yang pertama penuh pelanggaran dan mengakibatkan semua orang berada di dalam kuasa maut. Sedangkan Adam yang akhir penuh kasih karunia yang membenarkan hidup kita. Oleh pelanggaran satu orang semua turut dihukum, tetapi oleh kasih karunia satu orang semua memperoleh hidup dalam kebenaran.

Kita tidak perlu mendalilkan sesuatu kenyataan dalam hal Adam dan umat manusia melebihi apa yang kita jumpai dalam hal Kristus dan UmatNya. Kristus adalah Kepala yang mewakili umatNya. Ke-kepala-an demikianlah yang mutlak mendasari solidaritas segenap umat manusia dalam keterhisapannya berdosa dalam dosa Adam. Kesejajaran Adam sebagai manusia pertama dengan Kristus sebagai Adam terakhir, menunjukkan bahwa azas yang berlaku dan mendasari tercapainya keselamatan dalam Kristus, adalah sama dengan azas yang berlaku yang menghisabkan manusia berdosa dan pewaris kerajaan maut.


Adam akhir, yaitu Kristus, yang menjadi roh yang menghidupkan. Kebangkitan Kristus, dengan kuasa Roh, menandai permulaan dari suatu umat manusia yang baru yang ikut serta dalam kehidupan baru yang merupakan pemberian kuasa Roh yang menghidupkan. Sejarah umat manusia dapat diterangkan sebagai dua sisi yang bertentangan yaitu :

(1) Dosa – kutuk maut
(2) Keadil-benaran pembenaran – hidup

Yang pertama timbul dari kesatuan manusia dengan Adam, yang kedua dari kesatuan dengan Kristus. Hanya kedua inilah sarana yang ada, yang didalamnya manusia hidup dan bergerak. Pemerintahan Allah terhadap manusia ditata sesuai bentuk kedua sisi itu. Jika kita mengabaikan Adam, maka kita tak akan mengerti Kristus dengan sesungguhnya. Semua yang mati – mati didalam Adam; semua yang dihidupkan – dihidupkan dalam Kristus.

Yang kedua adalah Adam akhir yaitu Kristus yang adalah Allah itu sendiri. Kalau orang belum menerima Kristus sebagai Tuhan didalam kehidupan-nya ia hanya Adam yang pertama yaitu manusia yang diciptakan dari debu tanah. Ada hukum debu kembali kepada debu (Kejadian 3:19). Mati kembali menjadi debu :


* Kejadian 3:19
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
 

Tetapi Adam yang akhir, membangkitkan, melahirkan kita dari air dan roh. Ada benih ilahi dalam kehidupan kita yang mengakibatkan kita tidak bisa mati tetapi akan hidup kekal bersama-sama dengan Dia. Manusia baru tidak berbuat dosa lagi karena kuasa dosa mati di dalam Dia. Manusia baru lepas dari kuasa dosa. 


* 2 Korintus 5:17-18
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 




Amin.

KRISTEN DAN PUASA


Di tengah bulan Puasa yang dilakukan oleh umat Muslim, timbullah pertanyaan yang ditujukan kepada umat Kristen: “Apakah umat Kristen menjalankan puasa?” 

Asal perintah puasa dalam Perjanjian Lama tidak jelas, tercatat ketika Israel menghadapi Filistin mereka mengaku dosa dan berpuasa (1Sam.7:6). Sekalipun tidak disebut sebagai puasa, Musa tidak makan dan minum selama 40 hari (Kel.34:28). Ketika Nehemia mendengar situasi Yerusalem, ia berdoa dan berpuasa (Neh.1:4). Yoel menyuruh umat bertobat dan berpuasa (Yl.2:12). Banyak juga ayat-ayat lain yang menunjukkan praktek puasa dalam PL. 

Dalam Perjanjian Baru puasa juga tercatat. Yesus hanya sekali tercatat berpuasa dengan tidak makan & minum 40 hari lamanya (Mat.4:2) sebagai persiapan menghadapi godaan dan ujian. Ketika Paulus dan Barnabas diutus mereka berpuasa (Kis.13:3). Puasa biasanya dikaitkan dengan penyesalan diri dalam pertobatan dan dikaitkan dengan doa dalam usaha mendekatkan diri lebih kepada Tuhan (1Raj.21:27;Mzm.35:13), atau meminta kuasa dalam memerangi setan (Mat.17:21;Mrk.9:29). 

Sebagaimana banyak hal dalam syariat dimana arti rohaninya terkubur oleh penampakan lahir, demikian juga puasa sering merosot artinya. Bukannya ditujukan sebagai ekspresi pertobatan tetapi umat Israel menjadikannya sebagai tuntutan untuk memperoleh sesuatu (Yes.58:3) atau agar diperkenan Tuhan (Yes.58:5). Puasa sering merosot sekedar upacara ritual tanpa penyerahan diri kepada Tuhan (Za.7:5), dan menjadi perilaku yang munafik (Mat.16:6) demi untuk membenarkan diri sendiri (Luk.18:12). 

Baik Musa maupun Yesus tidak makan dan minum selama 40 hari bukan karena syariat agama, namun sebagai masa persiapan menghadapi godaan dan ujian sebelum diutus, dan konteks saat itu menunjukkan suasana gurun dimana tidak tersedia makanan maupun minuman. Puasa dalam praktek Israel telah merosot menjadi kebiasaan legalistik pada hari-hari dan waktu tertentu tetapi sudah kehilangan maknanya, itulah sebabnya nabi Yesaya dengan keras menekankan arti puasa yang benar. Ia mengatakan bahwa Tuhan berfirman: 

“Berpuasa yang kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang-orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (Yes.58:6-7). 

Sekalipun Yesus tidak makan dan minum 40 hari, ia tidak menyuruh murid-muridnya berpuasa, dan karena para murid tidak berpuasa mereka dicela oleh orang Farisi (Mrk.2:18), namun Yesus mengatakan bahwa puasa baru akan mereka lakukan bila Yesus telah pergi (Mrk.2:20). Jadi, puasa menurut Yesus bukan lagi syariat agama tetapi kebutuhan penyiapan batin secara khusus bila bertobat dan diperlukan dalam menghadapi masalah khusus seperti kepergiannya kelak atau dalam memerangi setan (Mat.17:21;Mrk.9:29). 

Yesus tidak membenarkan orang Farisi yang menjalankan syariat agama termasuk berpuasa yang melakukannya dengan sombong, tetapi Ia membenarkan pemungut cukai yang kelihatannya tidak menjalankan puasa (Luk.18:9-14). Jadi, Yesus tidak menyuruh orang melakukan puasa tetapi tidak melarang bila orang melakukan puasa untuk maksud khusus. 

Dari hal-hal di atas kita mengetahui bahwa puasa memiliki maksud yang dalam dan khusus dalam menguasai batin seseorang dalam hubungan dengan Tuhannya yang suci dan benar, namun puasa cenderung merosot sekedar suatu legalisme agama dalam bentuk syariat lahir tanpa isi. Yesaya dengan jelas memberitahukan umat Israel (Yes.58) bahwa orang bisa saja tidak melakukan puasa lahir tetapi yang harus dilakukan adalah melakukan puasa batin, yaitu berpuasa dari kelaliman, menganiaya dan memperbudak orang. Berpuasa dari mengenyangkan diri sendiri menjadi memberi makan orang lapar, tidak punya rumah, dan yang telanjang (band. Mat.24:31-46). 

Yesus juga tidak mengajarkan orang untuk berpuasa, bahkan tidak membenarkan orang sombong sekalipun ia berpuasa, tetapi Yesus juga tidak melarang orang berpuasa. Jadi puasa itu pada dirinya sendiri tidak memiliki arti bila bukan merupakan ungkapan hati yang bertobat dan merendahkan diri di hadapan Allah. 

Perlu disadari bahwa penebusan Yesus di atas kayu salib telah menggenapi syariat taurat Perjanjian Lama yang bergantung pada usaha manusia menyelamatkan diri sendiri dengan melakukan syariat agama secara tertib (sunat, korban, sabat, puasa, halal-haram dll.), menjadi kasih karunia Allah yang diberikan kepada setiap orang yang percaya dan bertobat (Yoh.3:16;Efs.2:8-10). Karunia Allah ini menjadi sempurna dengan datangnya ‘Roh Kudus’ yang akan menguatkan dan mendiami umat percaya yang digenapi pada hari Pentakosta (Kis.2). 

Dari ajaran Yesus ini, menjawab pertanyaan “apakah umat Kristen menjalankan puasa?” Jawabannya adalah ‘tidak’ dan ‘ya’, artinya umat Kristen (kecuali Katolik) ‘tidak’ menjalankan puasa sebagai syariat agama ritual pada waktu-waktu tertentu dan yang ditetapkan, dan ‘ya’ bahwa sewaktu-waktu umat Kristen bisa saja menjalankan puasa, dalam menghadapi event-event khusus, dengan sungguh-sungguh atas kemauannya sendiri. Puasa adalah ungkapan lahir dari hati yang bertobat dan merendahkan diri di hadapan Allah. Dan ungkapan lahir tidak berarti bila yang diungkapkan tidak ada, sebaliknya tanpa ungkapan lahir juga tidak menjadi soal selama yang diungkapkan itu ada, sebab inilah hakekat puasa yang sebenarnya. 

Thursday, May 10, 2012

YOHANES PEMBABTIS PERNAH MERAGUKAN YESUS ADALAH MESIAS ?

TANYA :

Quote:
Matius 3:13-17:
3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Lukas 7:18-20
7:18 Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya,
7:19 ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
7:20 Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: "Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"

Di Matius, bukankah Yohanes Pembaptis telah mengetahui bahkan menyaksikan sendiri bahwa Yesus adalah Anak Allah yang menjadi Mesias untuk menebus dosa manusia (yang dinanti-nantikan oleh ORANG YAHUDI?) Tetapi di Lukas 7:18-20, mengapa sepertinya Yohanes Pembaptis tidak mengetahui sama sekali atau tidak yakin sampai harus mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Tuhan Yesus?



JAWAB :


Sebenarnya Matius juga menulis hal yang sama dengan Lukas 7:18-20:

*Matius 11:2-3
11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?


Di dalam penjara, nabi Yahya (Yohanes Pembabtis) menjadi bingung mendengar kabar melalui pengikut-pengikutnya mengenai Yesus. Yesus yang sudah ia tunjuk bahwa Dia adalah Anak Allah dan secara tepat pula ia menunjuk Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29-34)

Namun dalam pelayananNya itu, Yesus rupanya tidak mengadakan huru-hara dengan cara yang seperti nabi Yahya harapkan.
Mungkin nabi Yahya mengharapkan Yesus akan melakukan sesuatu cara penyelamatan yang ‘revolusioner’ secara langsung dan kasat mata penyelamatan dari Allah.
Namun itu bukan cara Yesus, dimana dalam pelayananNya yang kelihatan adem-ayem itu menekankan pentingnya iman secara rohani.
Makanya kemudian nabi Yahya menyuruh murid-muridnya untuk menanyakan secara terang-terangan kepada Yesus, Apakah benar Ia adalah Mesias yang dijanjikan itu?.

Yesus mendapatkan pertanyaan itu tidak menjadi tersinggung, (Matius 11:4-5) dan dengan sabar meminta nabi Yahya untuk memperhatikan hal-hal yang sudah Ia perbuat, yang akan dikenal nabi Yahya sebagai ciri-ciri Mesias.
Dan Yesus-pun mengutip nubuat dalam Perjanjian Lama (Yesaya 29:18-19; 35:5-6; 61:1) yang menunjuk kepada diriNya.

Dalam Injil Lukas 7:11-17, mencatat suatu kejadian “orang mati dibangkitkan” yang paralel dengan Matius 11:4-5, dimana Lukas menuliskan satu mujizat semacam itu tepat sebelum kisah tetang pembicaraan ini.

Yesus menjelaskan kepada utusan nabi Yahya, hal-hal yang telah dilakukanNya, bahwa tanda-tanda zaman keselamatan sedang dilakukan. Supaya janganlah nabi Yahya kehilangan intisari tanda-tanda itu dan kehilangan kepercayaannya terhadap Yesus. Disini tidak ada cara gampang-gampangan, kepada seorang nabi-pun Yesus menyatakan diriNya dengan tidak secara langsung, dimana Yesus mengajak nabi Yahya untuk meneliti/ mempelajari kembali nubuat-nubuat Perjanjian Lama tentang Mesias.

Meski jelas tampak keraguan dari Nabi Yahya, namun Yesus tetap memberikan penghargaan kepada nabi Yahya, bisa anda baca pada Matius 11:7-19. Yesus mengatakan nabi Yahya adalah yang terbesar dari semua nabi, namun Kerajaan Allah lebih besar dari nabi Yahya.

Bukankah pemikiran seperti nabi Yahya juga sering ada dalam diri kita yang sudah percaya dan sudah dibabtis?
Sering ada banyak keraguan tentang ke-Mesias-an Yesus, Ke-Tuhan-an Yesus, baik yang dilontarkan orang diluar Kristen maupun kalangan Kristen sendiri. Namun Alkitab dengan jelas menulis dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, ciri-ciri Mesias yang dijanjikan dan Mesias yang telah datang itu. Dari situlah kita, umat percaya harus senantiasa menilai dari Firman yang tertulis dalam kitab.

Dan dari cara yang sudah dinyatakan, yang juga sebagai pegajaran bagi semua murid Tuhan, sebuah pengajaran yang telah diberikan kepada seorang nabi yang terbesar yang menjadi pelopor kedatangan Sang Mesias juga diajarkan kepada kita.

Pada Matius 11:6, Yesus berkata “berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku”, hal ini memberikan dorongan yang memberi semangat iman Nabi Yahya, dan mengingatkan dia dan semua orang percaya bahwa mengenal Yesus sebagai Mesias merupakan ciri khas orang yang berbahagia secara rohani (Yohanes 20:31).

Amin.