HELL and his life.....

YESAYA26:9: "Jiwaku merindukan Engkau pada waktu malam, aku mencari Engkau dengan segenap hati, apabila Engkau menghakimi bumi kelak, penduduknya akan mengetahui makna keadilan"

Saturday, November 24, 2012

TIDAK SIA-SIA MENGIKUT KRISTUS

Baca:  Markus 10:28-31

"...dan pada zaman yang akan datang ia (yang meninggalkan semuanya dan mengikuti Kristus-Red). akan menerima hidup yang kekal."   Markus 10:30

Di setiap masa selalu banyak orang Kristen kehilangan semangat dalam pengiringannya kepada Tuhan.  Mereka tidak lagi antusias terhadap perkara-perkara rohani.  Apa penyebabnya?  Mereka berpikir bahwa dengan menjadi pengikut Kristus akan terbebas dari masalah, kesulitan atau penderitaan.  Kenyataannya?  Masalah demi masalah, ujian demi ujian harus mereka alami, sementara kehidupan orang-orang di luar Tuhan sepertinya enak, lancar, fine-fine saja.  Kita benar-benar dibuat iri dan cemburu bila memperhatikan mereka.  Hal ini juga dialami oleh pemazmur. "...aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik."  (Mazmur 73:3).  Mungkin kita bertanya dalam hati apa upah kita mengikut Kristus seperti yang Petrus sampaikan kepada Tuhan Yesus.  Lalu, sia-siakah kita mengikut Tuhan?

     Rasul Paulus memberi nasihat,  "...saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Korintus 15:58).  Tuhan Yesus menegaskan pula bahwa ada upah yang Dia sediakan bagi orang-orang yang setia mengiring Tuhan,  "orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat:  rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."  (Markus 10:30).  Bila kita menyadari ada upah yang disediakan Tuhan bagi setiap orang yang percaya, maka tidak seharusnya kita menjadi lemah, kecut dan tawar hati.  Justru kita harus makin sungguh-sungguh dan giat melayani pekerjaan Tuhan.

     Selagi waktu dan kesempatan masih ada, jangan pernah sia-siakan.  Mari kita maksimalkan setiap potensi atau talenta yang sudah diberikan Tuhan bagi kita karena pada saatnya kita harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan.  Musa rela meninggalkan istana Firaun dan segala kemegahannya demi memenuhi panggilan Tuhan, meski harus menderita sengsara bersama umat Israel di padang gurun.  Bagi Musa, beroleh kepercayaan untuk memimpin umat Israel dan melayani Tuhan itu  "...sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah."  (Ibrani 11:26).  

Baca:  Ulangan 28:1-14


"Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar."  Ulangan 28:6

Sekali lagi firman Tuhan menegaskan:  upah disediakan bagi orang percaya.  Mari camkan itu baik-baik.  Musa rela meninggalkan segala kesenangan duniawi demi memenuhi panggilan Tuhan dalam hidupnya.  Begitu juga rasul Paulus yang berani berkata,  "...bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."  (Filipi 1:21) dan  "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.  Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,"  (Filipi 3:8).

     Aku pun upah yang disediakan Tuhan bagi setiap orang percaya itu memiliki dua dimensi waktu yaitu dimensi hari ini:  saat kita masih hidup di dunia, dandimensi yang akan datang:  setelah kita meninggalkan dunia ini.  Upah yang tersedia bagi setiap kita orang percaya, di antaranya adalah:  1.  Beroleh jawaban doa.  Tuhan Yesus berkata,  "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."  (Yohanes 15:7).  Janji Tuhan adalah ya dan amin.  Bila saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat, berserulah kepada Tuhan, maka Ia akan menjawab dan menolong kita.  2.  Kehidupan kita dipulihkan.  Tertulis:  "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu:"  (Ulangan 28:2) dan "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,"  (Ulangan 28:13).  3.  Menjadi berkat bagi sesama.  Dikatakan,  "Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat.  Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"  (Zakharia 8:13).  Karena penebusan Kristus di atas kayu salib, kita diselamatkan dan menjadi orang-orang yang berkemenangan, karena segala kutuk telah dipatahkan di dalam Dia.  4.  Kita akan memerintah bersama Kristus  (baca Wahyu 20:4). 

Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, jangan meninggalkan Tuhan, karena besar upah yang menanti bagi kita yang tetap setia sampai pada kesudahannya!


Friday, November 23, 2012

Mujizat Masih Ada!

Baca:  2 Raja-Raja 20:1-20 

"Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur;"  2 Raja-Raja 20:6a

Ada sebuah acara musik di salah satu stasiun televisi swasta bertitel 'Zona Memori'.  Suatu acara yang menampilkan artis-artis angkatan 80-an dengan lagu-lagu hits-nya.  Dalam acara itu si host selalu meneriakkan yel-yel atau kata kuncinya yaitu:  "Zona Memori...masih ada!"  Lagu-lagu lama ternyata masih ada dan tidak pernah usang ditelan masa atau ditinggalkan penggemarnya.  Pembacaan firman hari ini berbicara tentang mujizat yang dialami oleh Hizkia.  Mungkin ada orang Kristen yang beranggapan bahwa mujizat itu sudah usang dan menjadi 'lagu lama';  itu dulu, sekarang tidak mungkin terjadi;  mujizat itu sudah tidak ada, bukan masih ada.

     Mari simak baik-baik,  Ketika baru memerintah selama 14 tahun sebagai raja, Hizkia jatuh sakit dan hampir mati.  Pesan yang disampaikan nabi Yesaya yang diutus Tuhan bahwa Hizkia tidak akan sembuh dan akan mati bak petir di siang bolong!  Siapa pun yang mendengar berita ini pasti akan mengalami guncangan yang hebat, shock, sedih dan kaget bak disambar petir di siang bolong tadi.  Namun Hizkia bukanlah tipe orang yang mudah frustasi dan mengasihani diri sendiri.  Dalam keadaan tak berdaya ini  "...Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan:  'Ah Tuhan, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapanMu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mataMu.'  Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat."  (ayat 2-3).  Hizkia tahu benar bahwa mujizat itu masih ada dan pasti ada;  ia sangat yakin bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara.  Akhir kisah ini Hizkia mengalami kesembuhan;  bukan hanya sampai di situ, Tuhan juga memperpanjang hidup Hizkia sampai lima belas tahun lagi.  Awesome!

     Hizkia beroleh mujizat dari Tuhan karena ia sangat menghormati firman yang disampaikan Yesaya.  Sebagai raja ia punya alasan untuk marah atau tersinggung, tetapi ia tetap menghormati pesan Tuhan, apa pun isinya.  Ini bukti bahwa Hizkia punya kerendahan hati.  Itulah sebabnya ia berdoa kepada Tuhan dengan kesungguhan hati.  Erangan dan tangisan yang ke luar dari hati yang remuk menggerakkan hati Tuhan untuk bertindak.

"Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan?"  Kejadian 18:14a

BETLEHEM: Berkat dan Pengharapan

Baca:  Lukas 2:1-20

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya."  Lukas 2:14

Alkitab menyatakan:  "...Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betleham, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.  Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,"  (ayat 4-6).  Bukan suatu kebetulan jika Yesus dilahirkan di Betlehem;  semua dalam rencana Allah.  Dalam bahasa Ibrani, nama 'Betlehem' berarti'rumah roti', berbicara tentang berkat Tuhan.  Di Betlehem inilah Allah menyediakan berkat-berkat bagi umat manusia sebagaimana disampaikan malaikatNya,  "...aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."  (ayat 10-11).  Inilah inti berita Natal yaitu kehendak Allah sendiri untuk memberikan anugerahNya bagi setiap orang yang percaya (baca Yohanes 3:16).

     Di Betlehem Allah telah mendemonstrasikan kasihNya yang tak terbatas, di mana Ia menjadi sama dengan manusia.  Suatu perkara yang tidak bisa dimengerti oleh orang-orang dunia:  kasih Allah juga mengandung janji yang pasti yaitu jaminan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya.  "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."  (Yohanes 3:36).

     Kehadiran Yesus Kristus ke dunia memberikan pengharapan baru dan juga masa depan.  Ketika dunia diliputi oleh kegelapan yang begitu pekat, Yesus hadir dengan terangNya yang ajaib.  Hari ini, "Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia."  (Yohanes 1:9).  Kini kegelapan tidak lagi menguasainya!  Maka dari itu bersukacitalah dan "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana,"  (Lukas 2:15b).  Lihatlah!  Para gembala dan orang-orang Majus datang ke Betlehem.  Mereka tidak datang dengan tangan hampa, tapi yang terbaik dari hidupnya mereka persembahkan kepada Tuhan!

Di hari Natal ini mari kita persembahkan hidup kita dan segala yang ada pada kita;  karena Dialah kita beroleh anugerah keselamatan!

Wednesday, November 21, 2012

DALAM SEGALA PERKARA TUHAN BEKERJA

Baca: Mazmur 34:16-23
  
"Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya."  Mazmur 34:18

Selama kita masih berada di dunia ini kehidupan kita tak luput dari masalah.  Kita tak pernah luput dari masalah atau penderitaan.  Mengapa dunia dipenuhi dengan masalah?  Masalah dan penderitaan timbul karena dunia sudah jatuh dalam dosa.  Dalam 1 Yohanes 5:19 dikatakan bahwa  "...seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat."  Namun sebagai orang percaya kita tidak usah takut dan cemas karena Tuhan bisa memakai semua masalah atau penderitaan yang terjadi untuk menarik kita lebih dekat kepada Dia.  Seringkali situasi sulit atau masa-masa gelap di dalam kehidupan kita memaksa kita untuk datang kepada Tuhan dengan kesungguhan hati.  Kala kita terkulai tak berdaya karena sakit, tidak punya uang untuk bayar kos atau kontrakan, gagal dalam rumah tangga atau studi, ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi dan sebagainya, kita menangis dan berteriak kepada Tuhan.  Pujian penyembahan kita naikkan kepada Tuhan dengan hati hancur dan mendalam.  Seperti Hana.  Dalam pergumulan berat,  "...dengan hati pedih ia berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu."  (1 Samuel 1:10).  Daud berkata,  "Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."  (Mazmur 34:19).

      Belajarlah untuk bersabar dan tetap menaruh iman pengharapan hanya kepada Tuhan, sebab  "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."  (Roma 8:28).  Tuhan adalah pemegang kendali seluruh kehidupan yang ada di muka bumi ini, termasuk masalah-masalah yang terjadi dan kita alami.  Oleh karenanya serahkan beban itu kepada Tuhan, maka Dia akan turut bekerja.  Allah turut bekerja yaitu 'mengolah' masalah tersebut sehingga mendatangkan kebaikan bagi kita.  Tuhan sanggup mengubah yang buruk menjadi baik karena ada pengorbanan yang sempurna yang sudah Tuhan Yesus kerjakan di atas kayu salib.  Kita harus ingat bahwa kita memiliki Tuhan yang jauh lebih besar dari masalah apa pun yang ada di dunia ini.  Alkitab mengatakan:  "...semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.  Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia:  iman kita,"  (1 Yohanes 5:4).

Asal kita percaya penuh kepada Tuhan, setiap masalah selalu ada jalan keluarnya karena Dia turut bekerja!

HIDUP DI DUNIA INI SINGKAT! SADARILAH


Baca: Pengkotbah 7:1-22
 
"Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia;  hendaknya orang yang hidup memperhatikannya."  Pengkotbah 7:2

Setiap kita pasti pernah melayat ke rumah duka atau menghadiri upacara pemakaman seseorang, entah itu salah satu anggota keluarga kita, rekan bisnis, kenalan atau pun tetangga kita.  Beberapa waktu yang lalu penulis menghadiri upacara pemakaman seorang sahabat rohani yang telah dipanggil pulang ke rumah Bapa di sorga di usia yang relatif masih sangat muda yaitu 24 tahun, meninggalkan dunia ini karena sakit.  Kami semua sangat kehilangan dia.  Rona kesedihan pun terpancar di setiap wajah yang hadir.  Yang perlu kita renungkan setiap kali kita melayat orang yang meninggal adalah bukan masalah tata cara upacara pemakamannya atau bagaimana seseorang itu meninggal, melainkan makna rohani yang kita dapatkan seperti yang dikatakan oleh Salomo, di mana lebih baik pergi ke rumah duka dari pada pergi ke rumah pesta.  Di rumah duka kita kembali diingatkan bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara.  Kematian adalah sesuatu yang pasti dan akan dialami oleh semua orang.  Kematian tidak mengenal usia dan juga status, tua atau muda, kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan.  Dan tak seorang pun yang tahu kapan hari kematian itu datang.  Setiap hari bisa saja menjadi hari terakhir bagi kita.

     Menjalani hidup ini seperti seseorang yang sedang berkemah.  "...jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.  Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,"  (2 Korintus 5:1-2).  Jadi, kematian bukanlah akhir dari kehidupan manusia.  Kematian hanyalah alat Tuhan untuk membawa kita dari dunia yang fana menuju kepada kehidupan yang baru yaitu di sorga yang baka.  Bagi orang percaya kematian bukanlah suatu hal yang menakutkan, karena setiap kita yang ada di dalam Kristus, meski telah mati (jasmani), kita akan hidup (baca Yohanes 11:25).

     Pertanyaannya sekarang:  sudahkah kita ada di dalam Kristus?  Jika belum, mengapa kita masih menunda-nunda waktu untuk datang kepada Dia?

Dosa akan membawa seseorang pada kematian kekal, tapi kehidupan kekal tersedia bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus!

JANGAN KECEWA MENERIMA TEGURAN

Baca: Amsal 3:1-12
  
"Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihiNya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."  Amsal 3:12

Tak satu pun orangtua di dunia ini yang menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang gagal atau menderita di kemudian hari.  Semuanya berharap anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dalam studi, karir dan juga rumah tangga.  Itulah sebabnya orangtua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, bahkan mereka pun rela mengorbankan apa saja demi anak.  Kasih, perhatian, perlindungan dan terkadang juga teguran diberikan orangtua kepada anak.

     Dalam kehidupan rohani, Tuhan pun bertindak demikian.  Di satu sisi Tuhan senantiasa melimpahkan kasih, kemurahan, pemeliharaan, penyertaan dan pertolongan kepada kita;  di sisi lain Dia juga akan memberikan teguran atau hajaran kepada kita bila kita melakukan pelanggaran atau dosa di hadapanNya.  Tujuan teguran itu adalah agar kita menjadi jera dan tidak lagi mengulangi kesalahan sehingga kita dapat bertumbuh ke arah yang benar sesuai dengan kehendakNya.  Teguran Tuhan kepada kita dapat berupa masalah atau persoalan:  sakit penyakit, krisis keuangan, masalah keluarga dan sebagainya.  Tuhan mengijinkan hal itu terjadi agar kita segera menyadari kesalahan dan berbalik ke jalanNya yang benar.  Oleh sebab itu  "...janganlah engkau menolak didikan Tuhan, dan janganlah engkau bosan akan peringatanNya."  (ayat 11).  Daud pernah melakukan pelanggaran besar di hadapan Tuhan, berzinah dengan Betsyeba.  Kemudian Tuhan memakai Natan untuk menegur Daud.  Akhirnya Daud pun menyesal dan bertobat, katanya,  " 'Aku sudah berdosa kepada Tuhan.'  Dan Natan berkata kepada Daud:  'Tuhan telah menjauhkan dosamu itu:  engkau tidak akan mati.  Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.' "  (2 Samuel 12:13-14).

     Kunci utama ketika kita menerima teguran dari Tuhan adalah bertobat.  Pengakuan diri kita telah melakukan dosa di hadapan Tuhan itu sangat penting dan itu adalah kunci untuk mengalami pemulihan dan berkat dari Tuhan.  Jadi bila kita mendapat teguran dari Tuhan jangan menjadi kecewa atau marah, ini berarti Tuhan sangat mengasihi kita.  "Jika kamu harus menanggung ganjaran;  Allah memperlakukan kamu seperti anak.  Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?"  (Ibrani 12:7).

Bersyukurlah bila kita ditegur Tuhan, karena hal itu mendatangkan kebaikan bagi kita.

SETIA DARI PERKARA YANG KECIL

Baca: Mazmur 18:21-30
  
"Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,"  Mazmur 18:26

Penulis sering mendengar keluhan dari banyak anak muda Kristen perihal pelayanan mereka di gereja.  Keluh mereka, "Pelayanan di gereja cuma begitu-begitu saja, tidak ada peningkatan.  Sudah capai melayani, yang hadir cuma sedikit.  Malas ah jadisinger terus."  Kemalasan seringkali melanda anak-anak Tuhan, apalagi bila disinggung tentang pelayanan.  Kita ogah-ogahan dan tidak setia terhadap tugas yang dipercayakan.  Kita inginnya melayani Tuhan dalam skala yang lebih besar, langsung di atas mimbar atau terlibat dalam pelayanan yang besar dan spektakuler sehingga banyak orang mengenal siapa kita.  Benar apa kata Alkitab bahwa tidak mudah menemukan orang yang setia sebagaimana juga dikatakan oleh Salomo,"Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya."  (Amsal 20:6).

     Harus kita ketahui bahwa setiap hal yang besar akan datang dari hal-hal yang kecil.  Ketika kita setia dalam perkara yang kecil, yang mungkin tidak berarti di mata manusia, itu sebenarnya adalah proses memperkuat kapasitas diri kita untuk dapat dipercaya mengemban tugas dan tanggungjawab yang lebih besar.  Contoh tak asing bagi kita adalah perumpamaan tentang talenta: ada 3 orang hamba yang dipercayakan harta oleh tuannya.  Yang pertama diberi 5 talenta, kedua diberi 2 talenta dan yang ketiga diberi 1 talenta sesuai dengan kesanggupan mereka masing-masing (baca Matius 25:15).  Hamba pertama dan kedua dengan setia mengembangkan talenta yang dipercayakan kepada mreka, dan beroleh laba.  Ketika tuannya datang mereka beroleh pujian: "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.  Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."  (Matius 25:23).

     Tidak demikian dengan hamba yang ketiga.  Dia tidak mau mengembangkan talenta yang dipercayakan kepadanya walaupun jumlahnya kecil, sehingga ketika tuannya datang, apa yang diberikan kepada hamba itu diambil darinya.  Dan hamba yang tidak setia itu akhirnya dicampakkan "...ke dalam kegelapan yang paling gelap.  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."  (Matius 25:30).

Apakah kita sudah cukup setia dengan apa yang saat ini Tuhan percayakan kepada kita?